• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

KOMPAS

Jenis-Jenis Kompas


Kompas dibedakan menjadi dua jenis yaitu kompas analog dan kompas digital.


  1. Kompas Analog
    Kompas analog adalah kompas yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh para anggota pramuka. Penggunaan kompas analog secara manual, yaitu dengan menyelaraskan jarus kompas yang terdapat di dalamnya. Kompas analog terdiri atas beberapa jenis, seperti:
    1. Kompas Lensa
      Kompas lensa merupakan kompas yang dilengkapi dengan lensa biconcave yang berfungsi untuk mempermudah dalam pembacaannya. Umumnya kompas lensa berbentuk sederhana, ringan, dan harganya lebih murah. Namun validitas pengukuran besarnya sudut kompas kurang akurat.
    2. Kompas Bidik (Kompas Prisma)
      Kompas bidik atau disebut juga sebagai kompas prisma adalah kompas yang berfungsi sebagai pembidik besar derajat pada sebuah medan (bentang alam sebenarnya) untuk diproyeksikan dalam peta. Jenis kompas ini yang sering digunakan dalam kegiatan-kegiatan alam termasuk dalam kepramukaan.
    3. Kompas Orientering (Kompas Silva)
      Kompas orientaring atau kompas silva adalah kompas yang digunakan dalam orientasi (penghitungan dan pembacaan peta secara langsung), Kompas ini umumnya memiliki badan (wadah) transparan memudahkan pembacaan terhadap peta yang ditaruh di bawahnya.
  2. Kompas Digital
    Kompas digital adalah kompas yang bekerja secara digital. Jenis ini biasanya disertakan sebagai sistem navigasi dalam dunia robotika atau dalam gadget-gadget elektronik.
Kompas Bidik
Kompas Bidik

Kompas Bidik
Kompas Bidik

Kompas Lensa
Kompas Lensa

Kompas Silva
Kompas Silva

Bagian-bagian Kompas

Bagian-bagian kompas yang akan kita pelajari kali ini adalah bagian-bagian pada kompas bidik atau kompas prisma karena kompas jenis inilah yang paling sering digunakan dalam kegiatan-kegiatan kepramukaan.

bagian-bagian kompas bidik
bagian-bagian kompas bidik

Kompas bidik memiliki bagian-bagian sebagai berikut:

  1. Dial (permukaan tempat angka dan huruf). Pada dial terdapat satuan derajat mulai dari 0°  360° dan huruf: N (north ), E (east) W, (west), S (south).
  2. Tutup dial dengan dua garis bersudut 45° (dapat di putar)
  3. Visir (lubang dengan kawat halus pembidik sasaran)
  4. Kaca pembesar (untuk melihat derajat kompas)
  5. Jarum penunjuk (selalu menunjuk utara magnet)
  6. Alat penggantung (tempat ibu jari untuk menopang kompas saat membidik).

Cara Menggunakan Kompas Bidik


Cara menggunakan kompas bidik secara lebih detail akan dibahas dalam artikel tersendiri. Secara singkat dan sederhana, cara mengguakan kompas bidik adalah sebagai berikut:

  1. Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum Kompas tidak bergerak maka jarum tersebut menunjuk arah utara magnet.
  2. Bidik sasaran dengan menggunakan visir, melalui celah pada kaca pembesar, setelah itu miringkan kaca pembesar kira-kira bersudut 50° dengan kaca dial.
  3. Apabila visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui kaca pembesar.
  4. Apabila sasaran bidik 30° maka bidiklah ke arah 30°. Sebelum menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu titik sasaran sepanjang jalur 30°. Carilah sebuah benda yang menonjol/tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30° tidak selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah. Ditempat itu kita melambung (keluar dari route) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30°.
  5. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu Sasaran Balik (Back Azimuth atau Back Reading) agar kita dapat kembali kepangkalan apabila tersesat dalam perialanan. Menentukan sasaran balik dengan rumus:
    1. Apabila sasaran kurang dari 180° = ditambah 180°. Contoh: 30° sasaran baliknya adalah 30° + 180° = 210°.
    2. Apabila sasaran lebih dari 1800 = dikurang 180°. Contoh: 240° sasaran baliknya adalah 240° - 180° = 60°
sumber:http://pramukaria.blogspot.co.id/2015/09/jenis-bagian-dan-fungsi-kompas.html
Share:

TKK untuk PRAMUKA Penggalang

SALAM PRAMUKA

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) adalah tanda yang diberikan kepada peserta didik yang telah memenuhi Syarat Kecakapan Khusus (SKK), sebagai bentuk apresiasi atas kacakapan, keterampilan,kemampuan, ketangkasan pada bidang tertentu yang dimiliki oleh peserta didik. 
TKK ini dibagi kedalam dua bagian yaitu TKK wajib yang berarti harus dikuasai oleh peserta didik dan TKK pilihan yang berarti "opsional" tergantung dari kemauan atau pilihan peserta didik sehingga TKK ini akan berbeda bagi setiap peserta didik. TKK untuk golongan Prmuka Penggalang memiliki tingkatan yaitu TKK Purwa, TKK Madya, dan TKK Utama. 
TKK ini dibagi lagi kedalam lima bidang pengembangan, yaitu: 
  1. TKK bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak. Berwarna dasarnya adalah kuning.
  2. TKK bidang patriotisme dan seni budaya. Berwarna dasar merah.
  3. TKK bidang kesehatan dan ketangkasan. Berwarna dasar putih.
  4. TKK bidang keterampilan dan tehnik pembangunan. Berwarna dasar hijau.
  5. TKK bidang sosial, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban, masyarakat, perdamaian dunia, dan lingkungan hidup. Berwarna dasar biru.
TKK diberikan setelah peserta didik mencapai tingkat Penggalang Rakit. Berikut adalah bentuk TKK Pramuka Penggalang:
  1. TKK Purwa berbentuk lingkaran dengan diameter 2,5 cm dan berbingkai 2 mm berwarna merah.
  2. TKK Madya berbentuk segi empat bujur sangkar dengan diameter 2,5 cm dan bingkai 2 mm berwarna merah.
  3. TKK Utama berbentuk segi lima beraturan dengan sisi 2,5 cm dan berbingkai 2 mm berwarna merah.
Contoh gambar tingkatan TKK Pramuka Penggalang:

Berikut adalah Syarat (SKK) 10 TKK wajib golongan Pramuka Penggalang:
1. TKK Menabung

Untuk mencapai Tingkat Purwa , seorang Pramuka harus :
  1. Telah mencapai SKK Penabung untuk Siaga.
  2. Seluruh atau sebagian uang yang ditabung dalam buku tabungannya adalah uang yang diperoleh dari hasil usahanya sendiri.
  3. Dapat membantu mengurus administrasi buku-buku Tabungan Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang.  
Untuk mencapai Tingkat Madya, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Penabung Tingkat Purwa.
  2. Dapat menjelaskan kepada Pramuka lain cara menabung dalam bank lewat Tabanas, Buku tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar. 
  3. Dapat menjelaskan kepada Pramuka lain perbedaan antara menabung di celengan dan menabung di Bank lewat Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar. 
Untuk mencapai Tingkat Utama, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Penabung Tingkat Madya. 
  2. Dapat merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan suatu sandiwara kecil atau ceramah tentang menabung untuk para Pramuka atau orang lain. 
  3. Mengerti istilah yang biasa digunakan dalam perbankkan, misalnya : rekening giro, rekening deposito, sertifikat bank, cheque, traveler cheque dan lain-lain.
2. TKK Gerak Jalan 

Untuk mencapai Tingkat Purwa, seorang Pramuka harus : 
  1. Mengerti cara dan telah melakukan dengan baik, sikap berdiri, berjalan ( secara cepay/ lambat), start waktu berlomba gerak jalan. 
  2. Mengerti cara mencegah dan merawat lepuh kaki, cara beristirahat selama dan sesudah gerak jalan. 
  3. Pernah mengikuti gerak jalan secara kelompok atau perorangan sejauh 10 km untuk putra dan 8 km untuk putri, dilakukan sedikitnya dua kali. 
Untuk mencapai Tingkat Madya, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Gerak Jalan Tingkat Purwa. 
  2. Mengerti cara dan telah melakukan pengaturan napas, langkah, dan pengaturan yang berlaku bagi lomba gerak jalan umum. 
  3. Pernah mengikuti gerak jalan secara kelompok atau perorangan, sejauh 15 km untuk putra dan 12 km untuk putri, dan dilakukan sedikitnya dua kali. 
  4. Mengerti cara mencegah dan merawat peserta gerak jalan yang hilang semangat “ Collapse / faluwte ), kejang (krampen), dan termasuk sinar matahari (zon nesteek). 
Untuk mencapai Tingkat Utama, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Gerak Jalan Tingkat Madya. 
  2. Mengerti cara dan telah membiasakan diri untuk latihan berjalan kaki setiap hari, sekurang-kurangnya 2 km. 
  3. Mengerti cara dan telah melakukan “ langkah Pramuka “ sejauh 2 km dalam waktu 14 ½ menit sampai 15 ½ menit dan memperlihatkan nafas yang terlalu terengah-engah ( sedikitnya dua kali ). 
  4. Pernah mengikuti gerak jalan secara kelompok atau perorangan sejauh 25 km untuk putra dan 15 km untuk putri dan dilakukan sedikitnya dua kali.
3. TKK Berkemah 

Untuk Mencapai Tingkat Purwa, seorang Pramuka harus : 
  1. Sedikitnya 3 kali mengikuti perkemahan sehari semalam ( misalnya perkemahan sabtu minggu = Persami ) dan satu kali perkemahan yang lebih dari dua malam. 
  2. Dapat memperlihatkan cara menyusun isi kantong punggung ( rugzak – ransel ) dengan baik dan rapi. 
  3. Mengetahui dan dapat mendirikan tenda regu ( untuk 6 – 10 orang ), dengan rapid an benar, termasuk pemakaian simpul dan pembuatan paritnya. 
  4. Mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regunya ( mengatur barang-barang dalam tenda, isi tenda dapur, barang-barang di rak piring. 
  5. Mengetahui dan dapat menjaga kebersihan perkemahan regunya, termasuk tempat pembuangan sampah basah dan sampah kering, serta membawa pulang kerumah alat-alat dapur dan barang lainnya dalam keadaan bersih. 
Untuk mencapai Tingkat Madya, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Berkemah Tingkat Purwa. 
  2. Tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk perorangan dan regunya. 
  3. Mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regunya yaitu : 1.Dapat menempatkan letak tenda tidur, tenda dapur, tiang jemuran, rak piring, rak sepatu, tempat sampah, dan sebagainya, sesuai dengan keadaan tempat, arah angina dan arah sinar matahari. 2. Dapat mengatur aliran air hujan. 
  4. Dapat mendirikan berbagai macam bentuk tenda, misalnya tenda tidur, tenda dapur, tenda makan, tenda beratap ganda ( double dek ), melipat, serta memelihara tenda regu. 
  5. Dapat membuat pagar, tiang jemuran, rak piring, rak sepatu, dll secara sederhana. 
Untuk mencapai Tingkat Utama, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Berkemah Tingkat Madya. 
  2. Tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk pasukan, dan peraturan serta syarat-syarat perkemahan yang baik. 
  3. Dapat mengatur letak perkemahan regu dalam pasukannya, termasuk menentukan letak lapangan upacara dan tempat berlatih. 
  4. Tahu cara penentuan tempat sanitasi ( tempat mandi, cuci dan kakus ). 
  5. Dapat mendirikan tenda besar dari kain terpal, atau membuat tenda darurat dari bahan yang ada disekitarnya. 
  6. Tahu syarat-syarat perkemahan yang baik dan : 1. Dapat mencari tempat berkemah yang memenuhi syarat perkemahan. 2. Dapat mengusahakan air minum yang sehat di perkemahan. 3. Mengetahui usaha untuk mendapatkan izin dari orang tua, kwartir, pemerintah    setempat dan pemilik tanah serta tempat-tempat lain.
4. TKK Juru Masak 

Untuk mencapai Tingkat Purwa, seorang Pramuka harus : 
  1. Dapat membuat dapur dan tahu syarat-syaratnya. 
  2. Mengetahui cara dan dapat membuat api terbuka dengan kayu atau tanpa minyak. 
  3. Dapat menghidangkan masakan untuk orang yang terdiri dari : - Nasi, - Satu jenis lauk kering ( goreng atau bakar, tanpa kuah ), - Minuman teh atau kopi panas. 
  4. Mengetahui cara menyimpan makanan menurut peraturan kesehatan. 
  5. Pernah membantu juru masak di suatu perkemahan 24 jam. 
Untuk mencapai Tingkat Madya, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Juru Masak Tingkat Purwa. 
  2. Tahu cara dan telah menyusun beberapa menu beserta bahan-bahan seperlunya, untuk satu regu yang berkemah selama maksimal 3 X 24 jam dengan mengingat empat sehat lima sempurna. 
  3. Tahu cara dan mengawetkan satu jenis makanan atau bahan makanan. 
  4. Dapat menghidangkan masakan untuk satu regu yang terdiri dari : - Nasi, - Satu jenis lauk kering ( tanpa kuah, goreng, rebus, bakar, kukus dll ). - Satu jenis lauk dengan kuah ( sayur ), - Satu jenis hidangan pencuci mulut, - Minuman. 
Untuk Mencapai Tingkat Utama, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Juru Masak Tingkat Madya. 
  2. Mengetahui cara dan telah menyusun menu untuk keperluan perkemahan satu regu selama 6 x 24 jam ( lengkap dengan keperluan peralatan dan bahan ) dengan mengingat empat sehat lima sempurna. 
  3. Mengetahui nilai gizi beberapa jenis bahan makanan. 
  4. Mengetahui cara dan dapat mengawetkan paling sedikit dua jenis makanan / bahan makanan supaya tahan selama satu minggu.
5. TKK Menjahit 

Untuk mencapai Tingkat Purwa, seorang Pramuka harus : 
  1. Dapat minisik kain yang robek memanjang, berlubang ( kena robek ). Sobek menyudut ( seperti mulut katak ) dan menambal kain koyak. 
  2. Dapat menjahit pakaian anak-anak / bayi, atau dapat menjahit pakaian dalam / olahraga/renang untuk diri sendiri. 
  3. 1. Mengerti bagian-bagian mesin jahit ( tangan/kaki ) dan memeliharanya, atau 2. Mengambil ukuran badan. 
  4. Mengerti atau dapat membuat zoom biasa dan zoom pinggiran ( open zoom ). 
Untuk mencapai Tingkat Madya, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Menjahit Tingkat Purwa. 
  2. Dapat menjahit hem / rok uniformnya sendiri. 
  3. 1.   Mengerti dan dapat memperbaiki kerusakan-kerusakan ringan/kecil mesin jahit ( tanga / kaki ) dan atau 2.   Membuat pola dasar. 
  4. Mengerti dan dapat membuat jahitan sarung dan setik balik. 
Untuk mencapai Tingkat Utama, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Menjahit Tingkat Madya. 
  2. Dapat menjahit celana panjang ( pantaloon, slack dll ) untuk sendiri. 
  3. Dapat membuat hiasan dikain pakaian misalnya aplikasi, lipatan hias ( smock ) dll. 
  4. Dapat memotong dan menjahit pakaian untuk wanita / pria / anak.

6. TKK Juru Kebun 

Untuk mencapai Tingkat Purwa, seorang Pramuka harus: 
  1. Mengenal sedikitnya 5 jenis tanaman hias, 5 jenis tanaman buah-buahan, dan 5 jenis tanaman sayur-sayuran.
  2. Dapat membuat dan menggunakan pupuk kompos.  
  3. Mengenal sedikitnya 3 macam hama dan penyakit tanaman dan tahu cara pencegahan dan pemberantasannya. 
  4. Telah menanam dan memelihara sedikitnya 1 jenis tanaman hias, 1 jenis tanaman buah-buahan, atau satu jenis tanaman sayur-sayuran sampai berbunga, sampai berbuah, sampai dipanen, atau sampai sedikitnya 3 bulan. 
Untuk mencapai Tingkat Madya, seorang Pramuka harus: 
  1. Telah memenuhi SKK Juru Kebun Tingkat Purwa.
  2. Mengenal bermacam obat-obatan pencegahan dan pemberantasan hama, dan dapat menggunakannya.
  3. Mengenal berbagai macam pupuk dan dapat menggunakan.
  4. Dapat menyemaikan, mencangkok, dan mengokulasi tanaman.
  5. Dapat memangkas tanaman supaya menghasilkan buah lebih banyak. 
Untuk mencapai Tingkat Utama, seorang Pramuka harus: 
  1. Telah memenuhi SKK Juru Kebun Tingkat Madya.
  2. Tahu arti dan pentingnya bibit unggul, dan tahu dimana mendapatkannya. 
  3. Tahu cara memperoleh kredit untuk produksi pertanian.
  4. Menyelenggarakan sekedar, usaha perkebunan, disertai penata bukuan teknis dan komersial seperlunya.
7. TKK Pengatur Ruang / Rumah 

Untuk mencapai Tingkat Purwa, seorang Pramuka harus : 
  1. Dapat mengatur isi dan menghias suatu ruangan secara sederhana, tetapi berseni (artistic), dengan memperhatikan komposisi, bentuk dan warna ruangan tamu, ruang tidur, ruang belajar, ruang makan, ruang tunggu atau ruang lainnya. 
  2. Dapat membuat sedikitnya dua macam hiasan sederhana dari barang-barang yang ada disekitarnya, misalnya dengan menggunakan bunga kebun, kertas, batu, buah-buahan, tanaman, dahan atau bahan lainnya. 
  3. Mengerti cara mengatur lampu penerangan dan peredaran udara (ventilasi). 
Untuk mencapai Tingkat Madya, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Pengatur Rumah Tingkat Purwa. 
  2. Dapat mengatur dan menghias ruangan untuk : # Rapat, pertemuan atau konferensi. # Perayaan sekolah, kampung, masjid, atau gereja dan lainnya. # Ruang istirahat, ruang rekreasi atau operation room dan lainnya. 
  3. Dapat menyusun bunga untuk meja tamu, pesta, kematian, atau penghargaan pada orang lain dan lain-lain atau Dapat membuat sedikitnya 3 macam benda hiasan, misalnya : dengan menggunakan bamboo, tempayan, janur, tempurung, sabut atau kayu dan lainnya. 
  4. Telah malatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Pengatur Rumah Tingkat Purwa. 
Untuk mencapai Tingkat Utama, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Pengatur Rumah Tingkat Madya. 
  2. Dapat mengatur dan menghias : 1).  Ruang tamu pada peralatan perkawinan atau khitanan. 2). Ruang pengantin atau khitanan.  3). Kursi mempelai atau panggung. Dengan memperhatikan keadaan ruang, jumlah undangan, jalan untuk tamu, dan pembawa konsumsi, tempat pidato, tempat pertunjukkan kesenian dan lain-lain. 
  3. Dapat memelihara dan membersihkan perabot rumah tangga, supaya tahan lama, kelihatan tetap baru misalnya : meja kursi, patung, barang dari logam, dari gelas atau kaca dan lain-lain. 
  4. Dapat mengatur dan merubah ruangan pameran (etalage) sesuai dengan keadaan dan kebutuhan saat ini, misalnya : pada peringatan 17 Agustus, pada hari ulang tahun, peringatan Natal, hari Raya Idul Fitri, dan lain-lain.
8. TKK P3K 

Untuk mencapai Tingkat Purwa, seorang Pramuka harus : 
  1. Mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan : luka iris, luka garuk, luka terbakar / kena benda panas, benjot/memar, terkilir, hidung berdarah, tersengat / tergigit binatang berbisa, dan debu mata. 
  2. Mengetahui cara dan dapat mencegah dan menolong orang yang mengalami : hilang semangat ( collapse ), pingsan, mati suri ( schijndood ), dan tersengat sinar matahari    ( zoonnesteek ). 
  3. Mengetahui cara dan dapat menggunakan dengan benar dan rapi : pembalut segitiga    ( mitella ) dan pembalut panjang ( zwapchtel verband ) untuk luka jari, lengan, tangan, kepala, lutut dan betis. 
  4. Mengetahui letak urat-urat nadi terpenting dan mengatahui cara penghentian pendarahan urat nadi. 
  5. Dapat membuat tandu darurat dengan cepat dan rapi, dan tahu serta dapat mengangkut penderita dengan berbagai cara, secara seorang diri, maupun bersama dengan teman. 
  6. Mengetahui dan dapat melakukan dengan baik dua pernafasan tiruan. 
  7. Mengetahui pengetahuan tentang obat-obatan / ramuan yang dapat digunakan untuk P3K. 
  8. Mengetahui nama alamat nomor telepon Puskesmas ( Poliklinik ), rumah sakit dan dokter setempat. 
Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK PPPK Tingkat Purwa. 
  2. Sebagai seorang anggota regu penolong (bukan pemimpin) yang terdiri dari 4-5 orang, melakukan PPPK (tiruan) yang dibuat oleh tim penguji, secara terperinci, tepat, sesuai dengan aturan PPPK (Perlu diperhatikan keterangannya, kecepatan, kerjasama dll). 
  3. Mengetahui cara dan dapat menyampaikan secara lisan, tertulis, atau melalui telpon ( kepada dokter, rumah sakit, polisi, atau keluarganya ). 
  4. Mengetahui cara dan dapat melalukan dengan baik cara-cara pernapasan buatan. 
  5. Mengetahui cara dan dapat mengangkut penderita melalui rintangan-rintangan ( gang sempit, melalaui kolong, menyeberang parit, melewati pagar/tembok, naik turun tangga dll ) dengan atau tanpa tandu. 
Untuk mencapai Tingkat Utama, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK PPPK Tingkat Madya. 
  2. Mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan berbagai macam patah tulang terbuka atau tertutup ( fractura komplicata dan incomplicata ) juga rahang atau lutut meleset. 
  3. Mengetahui cara dan dapat memberikan pertolongan kepada orang yang mengalami pendarahan dalam tubuh ( interne bloedingen ). 
  4. Dapat memperhatikan cara-cara bertindak apabila ada dugaan keracunan dan gegar otak. 
  5. Dapat dan tahu menolong orang tenggelam, terbenam/tertimbun, kena aliran listrik dan shock / gugat. 
  6. Pernah memimpin satu regu penolong pada kecelakaan (sungguh-sungguh atau tiruan).
9. TKK Pengaman Kampung 

Untuk mencapai Tingkat Purwa, seorang Pramuka harus : 
  1. Dapat membuat kentogan dan menerangkan kepada masyarakat sedikitnya tentang pentingnya kentongan sebagai tanda-tanda bahaya, berikut tanda-tandanya. 
  2. Membantu dan sedikitnya tiga kali melakukan ronda malam di kampung / desanya. 
Untuk mencapai Tingkat Madya, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Pengamanan Kampung / Desa Tingkat Purwa. 
  2. Telah membuat laporan atau melaporkan suatu peristiwa tindak Pidana yang terjadi di kampung / desanya kepada yang berwajib. 
  3. Pernah membantu tugas keamanan dalam upacara, keramaian, pesta, atau di masjid yang merada di kampung / desanya. 
  4. Mengamankan tempat atau lokasi kejadian untuk barang-barang bukti.
Untuk mencapai Tingkat Utama, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Pengaman Kampung / Desa Tingkat Madya. 
  2. Pernah menjalankan latihan olahraga beladiri. 
  3. Mengenal pokok-pokok tentang menjalankan penyelidikan dengan sidik jari. 
  4. Mengetahui perbedaan tugas pokok polisi, jaksa, dan hakim. 
  5. Pernah membuat sket tentang suatu kejadian / peristiwa tindak pidana.
10. TKK Pengamat 

Untuk mencapai Tingkat Purwa, seorang Pramuka harus : 
  1. Dapat mengingat 10 dari 15 benda yang dilihatnya dalam 1 menit ( dilakukan dua kali percobaan dengan benda berlainan ). 
  2. Dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 7 dari 10 benda-benda yang dirabanya, dicium, dikecap dengan lidah dan suara yang didengarnya. 
  3. Dapat mengikuti jejak sejauh 3 km, dengan menggunakan tanda jejak sederhana dari bahan alam sekitarnya, dan dapat mencatat sedikitnya 70% dari seluruh tanda yang dibuat tim penguji. 
  4. 1.   Mengetahui dan mencatat cara dan kebiasaan hidup jenis binatang yang hidup di sekitarnya atau. 2.   Mengetahui nama dan mengenal 10 macam tumbuh-tumbuhan / sayur-dayuran, buah-buahan yang biasa digunakan manusia dan tumbuh didaerahnya atau. 3.   Mengetahui nama dan mengenal beberapa macam jamur ( fungsi ) yang dapat dimakan atau yang beracun  yang tumbuh di daerahnya.
Untuk mencapai Tingkat Madya, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Tingkat Purwa. 
  2. Dapat mengingat sedikitnya 12 dari 18 benda yang dilihatnya dalam 1 menit, misalnya barang-barang dagangan di warung, macam-macam tanaman di kebun, dan sebagainya. ( Dilakukan dua kali percobaan dengan benda berlainan ). 
  3. Dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 9 ari 12 macam benda yang diraba, dicium, dikecap dengan lidah dan suara yang didengarnya. 
  4. Mengikuti jejak sejauh 5 km, dengan menggunakan tanda jejak dan surat-surat penunjuk jalan, serta dapat mengingat kembali tiga diantara lima tempat-tempat penting yang dilewati, misalnya masjid, gereja, pasar, politeknik, rumah sakit, dokter, dan lain-lain. 
  5. Bersama seorang kawan dapat membuat laporan tertulis tentang sesuatu kejadian / peristiwa yang dilihatnya dan berlangsung kira-kira lima menit.
Untuk mencapai Tingkat Utama, seorang Pramuka harus : 
  1. Telah memenuhi SKK Pengamat Tingkat Madya. 
  2. Dapat mengingat 15 dari 20 macam benda yang dilihatnya selama 1 menit, misalnya barang-barang di took / pasar, makanan di meja pesta, peserta suatu rapat, Pramuka dalam latihan dsb. 
  3. Dapat mengikuti jejak sejauh 5 km, dengan menggunakan peta, kompas, surat-surat penunjuk jalan, sesudah sampai di tempat terakhir dapat menunjukkan dalam peta itu letak dari ( sedikitnya 3 dari 5 tempat penting yang dilewatinya ), misalnya masjid, gereja, sekolah, rumah sakit, dokter, pasar, bengkel dsb. 
  4. Telah mengamati tempat / ruang, mendengarkan suara, meraba, mencium barang-barang dalam ruangan itu dalam waktu seluruhnya 5 menit, kemudian bersama dua orang kawan lainnya harus membuat lapaoran “dugaan” tentang peristiwa yang terjadi di tempat itu, dan kira-kira 60% benar.

Demikian tentang TKK wajib golongan Pramuka Penggalang yang bisa didapatkan dengan berusaha

sumber:http://stefanussuletandi.blogspot.co.id/2014/12/tkk-wajib-golongan-pramuka-penggalang.html
Share:

Jamran Gedeg 2K17

SALAM PRAMUKA






Jambore ini dilaksanakan pada bulan september tahun 2017 kemarin di Bumi Perkemahan berat wetan, Gedeg, Mojokerto. Di Jambore ini banyak sekali lomba yang diadakan antara lain:
  • PPGD
  • PBB Dan Yel - Yel
  • Pensi
  • Qiroah
Share:

Tanda - Tanda Mapping


Tanda medan adalah simbol-simbol atau gambar-gambar yang melambangkan kondisi atau situasi medan dalam sebuah peta. Tanda medan ini digunakan dalam berbagai kegiatan mapping (pemetaan) seperti peta perjalanan dan peta pita sebagai penunjuk keadaan di kanan dan kiri jalan. Juga pada peta lapangan dan lokasi sebagai penanda kondisi dan situasi medan yang tergambar di peta.
Scouting skill dalam pembuatan tanda medan menggunakan gambar-gambar (simbol) yang sederhana, mudah dibuat, dan umum diketahui oleh orang lain. Sehingga pada saat melakukan perjalanan sekalipun tanda-tanda ini dapat dibuat dengan cepat tanpa menghambat perjalanan. Pun bagi orang lain yang membacanya akan langsung dapat memahami makna-makna dari simbol-simbol yang digunakan sebagai tanda medan.
Contoh tanda medan yang umum dan sering dipakai di kepramukaan adalah sebagai berikut :

gambar diatas adalah tanda tanda untuk kegiatan mapping di pramuka yang bisa dipelajari sendiri dan dapat diamalkan ke teman - teman yang lain.
 
Share:

Pramuka Penegak dan Pandega

 Pramuka Penegak merupakan golongan sekaligus sebutan bagi anggota Gerakan pramuka yang berusia antara 16 sampai dengan 20 tahun. Kata ‘penegak’ (kata dasar ‘tegak’) merujuk pada tahap keberhasilan bangsa Indonesia dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahap tegaknya (berdirinya) negara Indonesia ditandai dengan proklamasi kemerdekaan yang dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945. Tahap ini didahului oleh tahap-tahap sebelumnya seperti penyiagaan bangsa dan penggalangan persatuan dan kesatuan yang mana kedua tahapan itu kemudian dijadikan nama golongan anggota Gerakan Pramuka siaga dan penggalang.
Seseorang dapat menjadi pramuka penegak setelah menginjak usia 16 tahun. Sebelum dilantik menjadi pramuka penegak seorang calon pramuka penegak melewati masa yang dinamakan ‘tamu ambalan’ selama sedikitnya satu bulan. Selama menjadi tamu ambalan, calon penegak dapat mengikuti acara-acara tertentu dalam ambalan hingga kemudian dilantik dalam sebuah upacara penerimaan tamu ambalan.

Kode Kehormatan Pramuka Penegak

Sebagaimana golongan anggota Gerakan Pramuka lainnya, pramuka penegak memiliki kode kehormatan yang terdiri atas Satya Pramuka dan Darma Pramuka. Satya Pramuka (janji) penegak disebut sebagai ‘Trisatya’ yang terdiri atas tiga butir janji. Sedangkan Darma Pramuka (ketentuan moral) penegak disebut sebagai ‘Dasadarma’ yang terdiri atas sepuluh butir sikap dan norma tindakan yang harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan kepramukaan maupun di luarnya.
Adapun bunyi Trisatya dan Dasadarma untuk pramuka penegak adalah sebagai berikut:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,
  • menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat,
  • menepati Dasadarma.
Dasadarma
  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Pengorganisasian Pramuka Penegak

Pramuka penegak dikumpulkan dalam kelompok-kelompok. Kelompok atau satuan terkecil disebut ‘sangga’ yang terdiri atas 4 – 8 pramuka penegak. Sangga dinamai dengan nama-nama Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana, atau nama-nama lain sesuai aspirasi anggota angga. Sangga dipimpin secara bergantian oleh Pemimpin Sangga (disingkat Pinsa) yang dipilih dari dan oleh anggota sangga yang bersangkutan.
Tiga atau empat sangga dengan total anggota antara 12 sampai 32 dihimpun dalam satuan yang lebih besar yang disebut sebagai ‘ambalan’. Ambalan dipimpin oleh seorang Pemimpin Sangga Utama yang disebut ‘Pradana’ yang dipilih dari dan oleh para Pemimpin Sangga dalam pasukan tersebut. Pradana yang terpilih tetap menjadi Pemimpin Sangga bagi sangganya. dalam kegiatannya, ambalan penegak dibimbing oleh seorang Pembina Penegak dan seorang Pembantu Pembina Penegak yang dipanggil dengan sebutan ‘kakak’ baik untuk putra maupun putri. Nama ambalan diambilkan dari nama-nama pahlawan atau tokoh sejarah, pewayangan ataupun legenda.
Dalam ambalan dibentuk juga ‘Dewan Ambalan Penegak’ atau ‘Dewan Penegak’ yang diketuai oleh Pradana dengan dibantu oleh perangkatnya seperti Pemangku Adat, Kerani (Sekretaris), Bendahara, dan beberapa anggota dengan masa bakti selama satu tahun. Tugas Dewan Penegak antara lain:
  1. Merancang dan melaksanakan program kegiatan
  2. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
  3. Merekrut anggota baru
  4. Membantu sangga dalam mengintegrasikan anggota baru dalam sangga
  5. Menyiapkan materi yang akan dibahas dalam Majelis Penegak
Selain itu untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggung jawab dibentuk pula ‘Dewan Kehormatan Penegak’ yang bertugas menentukan pelantikan, penghargaan atas prestasi dan atau jasanya dan tindakan atas pelanggaran terhadap kode kehormatan serta merehabilitasi anggota ambalan.

GIAT PRAMUKA

Kegiatan yang ada dalam Pramuka penegak adalah:
  • Perkemahan Wirakarya
  • Raimuna
  • Gladian pimpinan satuan
  • Perkemahan
  • Perkemahan Bakti
  • Pengembaraan 
 
 
SALAM PRAMUKA
Share:

KWARTIR DAERAH

SALAM PRAMUKA


Kwartir Daerah gerakan pramuka disingkat KWARDA.
Kwarda adalah lembaga kepemimpinan kolektif di tingkat provinsi yang diketuai seorang ketua, yang dalam menjalankan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada musyawarah daerah gerakan pramuka.  Pengurus kwartir daerah terdiri atas anggota dewan putra dan anggota dewan putri.

TUGAS DAN FUNGSI KWARDA


Share:

BENTUK BARISAN DALAM PRAMUKA


1. BERDERET

Kedua lengan tangan dibentangkan kesamping, setinggi bahu, telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah.
Aplikasi barisannya : Anggota berbaris lurus secara berderet menghadap ke instruktur barisan
formasi barisan berderet
2. ANGKARE


Kedua lengan tangan dikepalkan dan diacungkan ke atas.

Aplikasi barisannya : Anggota berbaris membentuk huruf "U" (bentuk U siku 90 derajat)  dengan Instruktur/ketua tepat berada di tengah barisan. Barisan yang berada di samping kanan dan kiri instruktur barisan, saling berhadapan satu dengan yang lainnya. Dan barisan yang berada di depan instruktur barisan, saling berhadapan dengan instruktur barisan.
formasi barisan angkare


3. LINGKARAN BESAR

Kedua ujung jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala / membuat lingkaran dengan kedua tangan disekeliling badan.

Aplikasi Barisannya: Anggota membentuk lingkaran besar (ada jarak antar anggota satu dengan yang lain). Semua anggota menghadap ke pusat titik tengah lingkaran. Instruktur Barisan berada tepat di tengah lingkaran.
formasi barisan lingkaran besar

4. LINGKARAN KECIL

Kedua ujung telunjuk dan ibu jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala / membuat lingkaran dengan kedua tangan di-sekeliling badan.

Aplikasi Barisannya: Anggota membentuk lingkaran kecil (bahu anggota satu dengan yang lain menempel). Semua anggota menghadap ke pusat titik tengah lingkaran. Instruktur Barisan berada tepat di tengah lingkaran.
formasi barisan lingkaran kecil
5. SETENGAH LINGKARAN 

Kedua belah tangan di bentangkan lurus ke samping bawah dan di gerakkan dari kanan ke kiri, kiri ke kanan di depan badan..

Aplikasi Barisannya: Anggota membentuk setengah lingkaran. arah anggota semua menghadap ke pusat  setengah lingkaran. Ketua/Instruktur berada tepat di tengah setengah lingkaran. jarak anggota satu dengan yang lain bisa rapat atau renggang.

formasi barisan setengah lingkaran

6. KOLONE TERBUKA

Kedua belah tangan diangkat setinggi bahu, jari2 merapat menghadap ke dalam..

Aplikasinya: membentuk barisan yang saling bertolak belakang antara satu regu dengan regu lainnya.
formasi barisan kolone terbuka

7. KOLONE TERTUTUP

Kedua belah tangan dikepalkan dan di angkat di depan badan setinggi bahu. kepalan antar dua tangan rapat. 
Aplikasinya: regu membentuk barisan yang saling berhadapan antara regu satu dengan regu lainnya.
formasi barisan kolone tertutup
8. ANAK PANAH

Kedua belah tangan diangkat di depan dada dan jari-jari dirapatkan. kedua telapak tangan ditempelkan, dengan posisi semua jari tangan menghadap ke atas.

Aplikasinya: Anggota membentuk beberapa barisan lurus yang terpusat pada satu titik
formasi barisan anak panah
9. PERLOMBAAN

Kedua belah tangan dikepalkan dan menjulur lurus ke.depan.

Aplikasi Barisannya : Tiap regu berbaris menghadap satu arah (contohnya ke instruktur)
formasi barisan perlombaan
10. BENTUK SELAT

Kedua belah tangan dijulurkan kedepan dengan posisi telapak tangan terbuka dan saling berhadapan, jari-jari tangan merapat.

Aplikasi Barisannya : dua regu berbaris lurus dan saling berhadapan satu dengan yang lain.
Catatan: Bentuk barisan ini kadang juga disebut dengan Selat Tertutup
formasi barisan selat

11. SELAT TERBUKA / SELAT BALIK

Kedua belah tangan dijulurkan kedepan dengan posisi telapak tangan terbuka dan saling bertolak belakang, jari-jari tangan merapat.

Aplikasi Barisannya : dua regu berbaris lurus dan saling bertolak belakang (adu punggung ) satu dengan yang lain.
formasi barisan selat terbuka/selat balik
12. RODA

Kedua belah tangan dikepalkan dan bersilang di depan dada.

Aplikasi Barisannya : emapat regu menghadap satu titik dari empat arah
formasi barisan roda
13. BERBANJAR

Tangan kanan di julurkan miring ke atas, dengan posisi telapak tangan terbuka dan menghadap kedepan

Aplikasi Barisannya : semua anggota membentuk satu baris lurus menghadap ke instruktur barisan.
formasi barisan berbanjar

sumber : http://www.infojempol.com/2012/02/bentuk-barisan-formasi-baris-berbaris.html
Share:

animasi

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

KOMPAS

Jenis-Jenis Kompas Kompas dibedakan menjadi dua jenis yaitu kompas analog dan kompas digital. Kompas Analog Kompas analog adalah komp...

Cari Blog Ini

kalender

efek halaman blog

musik

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.